Monday 06th of September 2010

Honda PCX, Gaya dan Canggih PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengunjung: / 13
TerjelekTerbaik 

honda pcx

JAKARTA, KOMPAS.com — Penampilannya mewah dan gaya. Karena itu pula pantas harganya mahal. Meski demikian, terlalu besar bedanya dibandingkan harga di negeri asalnya, Thailand, 69.800 bath atau bila dikonversi pada kurs sekarang sekitar Rp 20 juta.


Untuk ini, Yusuke Hori, Presiden Direktur Astra Honda Motor, punya alasan. Dijelaskan, harga PCX yang mencapai Rp 32 juta di Indonesia karena adanya biaya kirim, asuransi, dan bea masuk. Sementara Julius Aslan mengatakan adanya biaya untuk layanan khusus. Hori juga menginformasikan, di Jepang, PCX dijual 290.000 yen atau sekitar Rp 30 juta.

Pertanyaan muncul, dengan harga semahal itu, apa yang diperoleh pembeli dari PCX?

Penampilan Keren
Dari segi penampilan, tak bisa dimungkiri, skutik ini memang keren. Bahkan, untuk mengendarainya, Honda mendesain posisi pengendara seperti menunggang sepeda motor touring. Lebih nyaman dan dipastikan tidak mudah capek.

Penampilan skuter ini gagah karena bodinya tertutup rapi, baik samping maupun depan. Selain itu, wajahnya dilengkapi lampu depan berukuran besar dan tundung atau pelindung panel instrumen (windshield). Aspek lain yang membuat skuter makin gagah adalah roda dan bannya berdiameter meter besar (lihat spesifikasi).

Antimaling
Seperti mobil, skutik mewah ini dilengkapi dengan remote control yang juga berfungsi sebagai antimaling. Fitur sistem idling stop bisa dinonaktifkan sesuai dengan keinginan pengendara melalui saklar di sisi kanan setang. Misalnya, kalau terlalu macet, dimatikan saja. Tetapi kalau menunggu lama di lampu merah, bisa diaktifkan.

Sistem dirancang cukup canggih dan bekerja bila mesin sudah panas, ada pengendara duduk di jok, motor benar-benar sudah berhenti. Sebelumnya, skuter ini dipastikan pernah meluncur pada kecepatan 10 km/jam dan standar samping bebas.

Fitur ini mematikan mesin secara otomatik begitu berhenti tiga detik. Untuk menghidupkan mesin kembali, tinggal menarik grip gas. "Satu derajat grip berputar, mesin sudah hidup," jelas Endro Sukarno dari Bagian Training AHM. Pengendara pun diberi tahu sistem aktif melalui lampu indikator pada panel instrumen.

Untuk ini, sistem dilengkapi dengan enam sensor, antara lain suhu, kecepatan, sadel, indikator, standar ol dari idling stop sendiri. Kendati demikian, sistem idling stop tidak bisa digunakan untuk menghidupkan mesin di pagi hari. Skuter ini hanya menggunakan starter listrik dan tidak dilengkapi dengan sistem engkol (manual).

Mesin
Sudah menggunakan sistem injeksi khas Honda yang disebut PGM-FI. Kemampuan mesin 125 cc ini menghasilkan tenaga maksimum 11,7PS @8.500 rpm dan torsi 1,19 @ 6.000 rpm. Mesin dilengkapi dengan radiator yang berisi cairan sebagai pendingin. Emisi yang dihasilkan standar emisi Euro3. Apalagi, knalpotnya juga sudah dipasangi katalis (catalytic converter). Teknologi baru lainnya, alternator, juga berfungsi sebagai motor starter.

Transmisi
Menggunakan CVT dengan sabuk bergerigi yang memindahkan tenaga mesin ke roda belakang. Dengan ini, pengendara tinggal memainkan gas di tangan tanpa harus susah-susah memindahkan gigi.

Tambahan lain, skuter ini menggunakan sistem rem gabungan (combi brake) ganda. Hanya dengan mengoperasikan satu tuas rem, depan atau belakang, kedua rem langsung bekerja. Di bawah ada ruang yang bisa menyimpan helm ukuran penuh (full-face) karena berkapasitas 32 liter.

source : otomotif.kompas.com

 

Polliing

Jenis Motor Honda Favorite Anda
 

Informasi

Marketing :
Live Chat with Yahoo Messenger 
Technical :
Live Chat with Yahoo Messenger
Sparepart :
Live Chat with Yahoo Messenger
Blog Ahassbintang racing team facebook
Twett Us
Konsultasi Hotline


Honda Beat
Honda Beat
Vario Techno
Vario Techno
Honda Tiger
Honda Tiger
Honda PCX
Honda PCX
Honda Vario
Honda Vario
Honda Scoopy
Honda Scoopy
Honda Blade
Honda Blade
Supra X 125R
Supra X 125R
Honda Mega Pro
Honda Mega Pro
Supra X 125 PGMFI
Supra X 125 PGMFI

Dealer Sepeda Motor Honda www.bintangmotor.com. Published : November 2008. Modified By : Yohannes Setiawan, email : nezzjoe[at]yahoo.com