Thursday 09th of September 2010
| Satu Liter 43 KM Milik...? |
|
|
|
|
Agar mendapatkan hasil yang mendekati kenyataan, kami menggunakan metode pengujian seperti berkendara pada umumnya. Yaitu menempuh jalan lurus, memasuki polisi tidur dan tikungan. Pokoknya kondisi jalur yang dilintasi dan cara berkendaranya seperti dilakukan para biker pada umumnya sehari-hari. Jalur yang dilalui setiap motor yang diuji tentu sama persis. Jadi, tidak dipengaruhi perbedaan jalan yang dilalui. Sekadar info, karakter para tester cukup mewakili pengendara kebanyakan. Misal A. Suhendra yang cenderung lebih santai di segala model jalan, Niko yang cenderung sering membuka grip gas tiap melakukan perpindahan gigi, Kris terlalu agresif hingga sering malas turun rpm jika lewat gundukan atau jalan rusak. Sedang Eka yang punya style balap, lebih pintar mengatur irama mesin sesuai karakter jalan yang dijadikan jalur tes. Dari hasil tes didapat jumlah bahan bakar yang dibutuhkan masing-masing motor. Pengetesan pertama yakni tes tanpa boncenger. Masing-masing motor diberikan asupan bensin sebanyak 100 ml. Teknik yang digunakan yakni menggunakan botol infus. Agar mendapat hasil yang valid, sisa bahan bakar di mangkuk karburator masing-masing motor dikuras sampai benar-benar habis. Untuk memastikan benar-benar habis, setelah slang bensin diputus motor lalu dinyalakan terus hingga mesinnya mati. Setelah clear, baru deh bensin 100 ml dimasukkan ke botol infus yang didukung slang untuk diarahkan ke lubang bensin di karburator. Motor pun dihidupkan dan dijalakan oleh masing-masing tester. Pembagian pengujiannya, tiap tester wajib mengendarai seluruh motor secara bergantian sampai motor kehabisan bensin. Untuk mengetahui jarak tempuh motor per 100 ml kita gunakan odometer yang ada di tiap motor. Tekninya, odometer motor setelah mogok atau bensin habis dikurangi odometer saat start. Jarak kilometer yang didapat itulah dikonversi dengan jumlah bahan bakar yang dihabiskan didapat berapa kilometer per liter. Tes berikutnya hampir mirip dengan tes pertama. Bedanya, tes kali ini dengan membonceng. Tujuan dari pengetesan ini untuk mengetahui perbedaan antara efisiensi bahan bakar berkendara sendirian dan boncengan. Sebab, motor itu kan bisa digunakan sendiri dan berdua. Tiap tester ditunjuk siapa yang menjadi pengendara dan boncenger. Perlakuan antara tes sendirian dan boncengan hampir tidak ada bedanya. Yang membedakan hanyalah bobot pengendara jadi lebih berat karena penambahan penumpang. Memang terlihat sekali, pengaruh bobot terhadap efisiensi bahan bakar sangat siginifikan. HASIL SENDIRIAN 1. Honda Blade 43 km/l 2. Yamaha New Jupiter-Z 36km/l 3. Suzuki New Smash 34 km/l 4. Kawasaki Edge 29 km/l PLUS BONCENGER 1. Honda Blade 38 km/l 2. Yamaha New Jupiter Z 25 km/l 3. Suzuki New Smash 32 km/l 4. Kawasaki Edge 20 km/l soource : http://www.motorplus-online.com/
|
Main Menu
Forum Terakhir
- Re: REVISI BPKB HONDA BEAT
marketing 24.8.2010 12:30 - Re: REVISI BPKB HONDA BEAT
marketing 23.8.2010 16:37 - REVISI BPKB HONDA BEAT
papahana77@gmail.com 23.8.2010 9:58 - Bintang Online " Mana Online nya ??? "
d3d1 13.8.2010 14:57 - Re:Konslet bro...
andry 13.7.2010 15:59
Terbaru
Polliing
Informasi
Dealer Sepeda Motor Honda www.bintangmotor.com. Published : November 2008. Modified By : Yohannes Setiawan, email : nezzjoe[at]yahoo.com



MOTOR Plus kembali menguji 4 bebek premium pabrikan besar nasional. Yakni Honda Blade, Yamaha New Jupiter-Z, Suzuki New Smash dan Kawasaki Edge. Pengujian meliputi tingkat efisiensi bahan bakar pada masing-masing unit. Tentu unit motor baru yang didatangkan langsung dari pabrikan. 

